August 04, 2009 12:26 PM

Penelitian MIT: Terapi Nanoteknologi Membunuh Sel Tumor Kanker

04_Optical image of 6 nm cobalt nanoparticles ...Image by victorpuntes via Flickr

Para peneliti di MIT (Massachusetts Institute of Technology) berhasil membunuh sel tumor ovarium pada tikus memakai partikel nano yang berfungsi sebagai gen pembunuh bagi sel kanker.

Penemuan ini dapat memberikan cara terapi baru untuk kanker ovarium. Sebagai salah satu kanker yang paling mematikan, dengan 15 ribu kasus kematian setiap tahun di AS saja.

Daniel Anderson, peneliti "David H. Koch Institute for Integrative Cancer Research" di MIT, mengatakan bahwa percobaan klinis terhadap manusia akan dapat dimulai paling awal satu tahun dari sekarang.

Beberapa tim riset dari berbagai universitas sudah bekerja memakai metoda yang berbeda-beda memakai nanoteknologi untuk memerangi kanker pada level molekular.

Bulan Mei lalu, para ilmuwan MIT mengumumkan bahwa mereka sudah membuat partikel nano gold yang dapat mengarah ke sel tumor dan membunuh mereka dengan cara memanaskan, tapi dengan efek samping seminimal mungkin terhadap sel sehat.

Para peneliti mengatakan tumor di dalam tikus yang menerima terapi gold-nanorod menghilang dalam waktu 15 hari. Kanker tidak muncul kembali selama jangka waktu tiga bulan kemudian.

Beberapa bulan lalu, para ilmuwan MIT juga mengumumkan bahwa mereka sudah membangun teknologi nano yang dapat diletakkan dalam sel hidup untuk menentukan apakah obat kemoterapi yang dipakai sampai kepada sasaran atau justru menyerang sel sehat. Para peneliti itu memakai carbon nanotube yang dibungkuskan ke DNA sehingga mereka dapat dengan aman menyuntikkannya ke dalam jaringan hidup.

Agustus tahun lalu, para ilmuwan Stanford University melaporkan bahwa mereka sudah menemukan cara memakai teknologi nano untuk membuat obat kemoterapi hanya menyerang sel-sel kanker, serta menjaga jaringan sehat dari efek beracun dari terapi itu.

Juli 2008, peneliti dari University of California, San Diego, menemukan cara untuk memakai "smart bomb" berdasarkan teknologi nano untuk mengirimkan dosis rendah kemoterapi, yang mengakhiri kemampuan sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh.

Dalam riset MIT yang diumumkan hari ini, partikel nano pada dasarnya beraksi sebagai kendaraan yang dapat menentukan jalannya sendiri untuk mengantarkan gen ke tumor kanker. Gen menghasilkan toxin yang membunuh sel tumor dengan mematahkan kemampuan mereka untuk memproduksi protein.

Sementara ini terapi gen sudah terbukti sama ampuhnya dengan kemoterapi, tapi tidak memiliki efek samping karena gen direkayasa untuk menyerang sel kanker tapi tidak aktif terhadap sel sehat yang lain.

Partikel nano itu dibangun dengan mengkombinasikan muatan positif, biodegradable polymer dengan DNA.

Ilmuwan mempercayai partikel nano juga dapat dipakai untuk menangani kanker prostat dan infeksi virus. Dan mereka berencana untuk mempelajari apakah mereka dapat memakainya untuk memerangi kanker otak dan kanker paru-paru.



Reblog this post [with Zemanta]

Related Posts by Categories

More related-posts: See Categories on left menu.

0 comments:

Post a Comment

This is a DOFOLLOW blog. URL in your comment will be your backlink.